Rapat Kerja Bidang Akademik Tahun 2026–2027: Penguatan Kurikulum, RPS OBE, dan Ketercapaian CPL
Dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Bidang Akademik dan Kelembagaan menyelenggarakan Rapat Kerja Bidang Akademik Tahun 2026–2027 dengan fokus pada penataan dokumen kurikulum, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE, serta evaluasi ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Armawati Hidayati, S.Pd., M.Pd. Rapat kerja menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman pengelola akademik dalam memastikan bahwa proses pembelajaran, dokumen kurikulum, dan sistem evaluasi telah disusun secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian lulusan.

Rapat kerja mengangkat dua tema utama, yaitu “Telaah Kurikulum: Penyusunan Dokumen Kurikulum yang Benar” serta “Penyusunan RPS OBE dan Ketercapaian CPL.” Kedua tema tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjamin keselarasan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan sistem asesmen.
Sebagai narasumber utama, hadir Prof. Dr. Hj. Wiwik Sri Utami, M.P., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam pemaparannya, Prof. Wiwik menekankan pentingnya penyusunan dokumen kurikulum yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga menunjukkan hubungan yang jelas dan terukur antara kompetensi lulusan, penetapan CPL, perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, serta metode evaluasi.
Dalam pemaparannya, Prof. Wiwik menekankan bahwa implementasi Outcome-Based Education (OBE) perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan dunia kerja agar Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dirumuskan tidak hanya relevan pada saat kurikulum disusun, tetapi juga tetap aktual ketika mahasiswa lulus dan memasuki pasar kerja. Hal ini sejalan dengan World Economic Forum melalui Future of Jobs Report 2025 yang memproyeksikan perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja hingga tahun 2030. Laporan yang menghimpun pandangan lebih dari 1.000 perusahaan global dengan cakupan lebih dari 14 juta pekerja tersebut menunjukkan bahwa sekitar 39% keterampilan yang saat ini digunakan dalam pekerjaan diperkirakan akan mengalami perubahan atau menjadi kurang relevan pada 2030. Keterampilan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi diproyeksikan menjadi kelompok kompetensi yang pertumbuhannya paling cepat.
Pada saat yang sama, dunia kerja tetap membutuhkan kemampuan manusia yang kuat, terutama berpikir analitis, berpikir kreatif, resiliensi, fleksibilitas dan kelincahan beradaptasi, kepemimpinan, kolaborasi, rasa ingin tahu, serta kemampuan belajar sepanjang hayat. Karena itu, penyusunan CPL perlu dilakukan secara adaptif dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pengguna lulusan, serta perubahan kompetensi yang diproyeksikan dunia kerja. CPL tersebut selanjutnya harus diturunkan secara konsisten ke dalam CPMK, sub-CPMK, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, dan asesmen pada setiap mata kuliah. Dengan demikian, kurikulum tidak sekadar memenuhi kelengkapan administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan, adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. Future of Jobs Report 2025 sendiri memotret perubahan pekerjaan dan kompetensi pada periode 2025–2030 berdasarkan masukan perusahaan dari 55 negara dan berbagai sektor industri.
Penyusunan ketercapaian CPL tidak lepas dari pengukuran CPL yang tidak cukup dilakukan hanya pada akhir proses pendidikan, tetapi perlu dirancang melalui mekanisme asesmen yang terintegrasi pada mata kuliah-mata kuliah pendukung. Data hasil asesmen selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) pada tingkat program studi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Armawati Hidayati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa rapat kerja ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman dan standar yang sama dalam penyusunan serta implementasi dokumen akademik pada seluruh program studi. Konsistensi antara kurikulum, RPS, proses pembelajaran, asesmen, dan ketercapaian CPL merupakan bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik institusi.
Melalui sesi pemaparan, telaah dokumen, diskusi, dan penyamaan persepsi, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dalam dokumen kurikulum maupun RPS yang digunakan. Forum ini sekaligus menjadi sarana untuk mendiskusikan praktik terbaik dalam penerapan OBE di tingkat program studi.
Rapat Kerja Bidang Akademik Tahun 2026–2027 diharapkan menghasilkan tindak lanjut konkret berupa penyempurnaan dokumen kurikulum, evaluasi CPL pemetaan CPL–CPMK yang lebih akurat dan sistem pengukuran ketercapaian CPL yang valid dan berkelanjutan serta penyusunan RPS berbasis OBE yang lebih terstruktur,.
Melalui kegiatan ini, Bidang Akademik dan Kelembagaan memperkuat komitmen institusi untuk menghadirkan proses pendidikan yang adaptif, berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada kompetensi lulusan. Penguatan implementasi OBE diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi benar-benar tercermin dalam proses pembelajaran serta peningkatan kualitas lulusan.
15 Agustus 2026, IAI Al-Fatimah Bojonegoro.