Kegiatan Temu Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) Jawa Timur Tahun 2025 telah sukses diselenggarakan pada 22 hingga 25 Desember 2025 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Agenda ini menjadi forum tertinggi BEM Nusantara tingkat daerah yang diikuti oleh delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur, dengan tujuan memperkuat konsolidasi, mempererat silaturahmi, serta merumuskan arah gerakan mahasiswa ke depan. Rangkaian kegiatan Temu Daerah diawali dengan Opening Ceremony yang berlangsung khidmat di Pendhopo Sabha Swagata Banyuwangi. Pembukaan ini menjadi simbol dimulainya seluruh agenda resmi Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur 2025. Selanjutnya, kegiatan dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, Muncar, Banyuwangi, yang digunakan sebagai lokasi utama persidangan serta tempat inap para peserta selama kegiatan berlangsung. Dalam forum persidangan dan konferensi daerah, para delegasi mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari pembahasan dinamika organisasi, evaluasi gerakan mahasiswa di tingkat daerah, hingga pemaparan isu-isu strategis yang berkembang di masing-masing wilayah. Para koordinator wilayah dan perwakilan presiden mahasiswa secara bergantian menyampaikan kondisi sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebijakan publik di daerahnya untuk kemudian dirumuskan menjadi agenda bersama yang akan dinasionalkan dan dijadikan dasar gerakan mahasiswa pada tahun 2026. Selain agenda persidangan, Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur 2025 juga diisi dengan kegiatan ekspedisi wisata dan kebangsaan ke sejumlah destinasi unggulan di Banyuwangi, di antaranya Djawatan Benculuk dan Pantai Pulau Merah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan potensi alam dan pariwisata daerah, tetapi juga sebagai sarana penguatan solidaritas, kebersamaan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap kearifan lokal di kalangan mahasiswa. Keikutsertaan dalam forum ini menjadi bentuk komitmen BEM IAI Al Fatimah Bojonegoro dalam mendukung agenda konsolidasi mahasiswa Jawa Timur serta berperan aktif dalam ruang-ruang strategis pengambilan keputusan di tingkat regional. Melalui penyelenggaraan Temu Daerah ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan sinergi antar-BEM se-Jawa Timur dalam merespons berbagai persoalan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta kebijakan publik yang berdampak langsung pada rakyat. Forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis, solutif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan adanya kegiatan Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur Tahun 2025 ini semoga hasil-hasil yang diperoleh dapat menjadi landasan bersama dalam mengawal dan mengaktualisasikan gerakan mahasiswa Jawa Timur yang berkelanjutan, progresif, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Bertempat di Kampus IAI Al-Fatimah Bojonegoro, Jum’at – Sabtu (12-13/12/2025), dilaksanakan Assesmen Lapangan (AL) reakreditasi Prodi S1 Tadris IPS. Bertindak sebagai Asesor dari Lamdik, Dr. Ratna Puspitasari, M.Pd. dan Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd. Dr. KH. Tamam Syaifuddin, Pengasuh Pondok Modern Al-Fatimah, menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh yang terlibat pada proses pengelolaan IAI Al-Fatimah Bojonegoro, khususnya untuk kegiatan Assesmen Lapangan Akreditasi Prodi Tadris IPS. Lebih lanjut, Kiai Tamam, biasa beliau disapa, menyatakan bahwa Pondok Modern Al-Fatimah bisa menjadi besar seperti ini karena mendapat dukungan yang luar biasa dari keluarga, juga SDM yang unggul pada masing-masing satuan pendidikan, mulai dari RA, MI, SMP, MTs, SMA dan IAI Al-Fatimah. Termasuk motivasi pendirian Perguruan Tinggi IAI Al-Fatimah adalah untuk memfasilitasi alumni SMA Al-Fatimah. Untuk memfasilitasi proses pendidikan di IAI Al-Fatimah, sedang dibangun gedung 6 Lt yang direncanakan untuk perkuliahan dan perkantoran IAI. “Mohon arahan dan bimbingan dari para assesor supaya Prodi Tadris IPS ini menjadi unggul dan terbaik”, jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Abdul Khamid, M.Pd., Rektor IAI Al-Fatimah Bojonegoro, menyampaikan bahwa IAI Al-Fatimah berupaya melaksanakan proses akademik dan administrasi sesuai regulasi yang ada, sehingga seluruh pelaksanaan pendidikan dikampus berjalan sesuai tujuan yang sudah dicanangkan. Sementara itu, Rifa’i, M.Pd, Kaprodi Tadris IPS, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Assessment Lapangan (AL) dalam rangkaian Reakreditasi Program Studi S1 Tadris IPS yang telah dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 12–13 Desember 2025, dengan lancar dan tertib. Kegiatan Assessment Lapangan ini merupakan bagian penting dari proses penjaminan mutu eksternal yang bertujuan untuk menilai ketercapaian standar pendidikan tinggi, tata kelola program studi, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta kinerja sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dimiliki Program Studi S1 Tadris IPS. Melalui kegiatan ini, Program Studi memperoleh masukan konstruktif sebagai dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para asesor LAMDIK yang telah memberikan penilaian, arahan, dan rekomendasi secara objektif dan profesional. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pimpinan institusi, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan dunia usaha/industri yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan penuh selama proses assessment berlangsung. Harapan kami, hasil dari Assessment Lapangan Reakreditasi ini dapat menjadi landasan penguatan mutu Program Studi S1 Tadris IPS, baik dalam aspek akademik, pengelolaan kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan ciri keilmuan program studi yang berbasis etnopedagogi dan ecopedagogi melalui pendekatan interdisipliner. Ke depan, Program Studi S1 Tadris IPS berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan kualitas secara berkelanjutan guna menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pendidikan dan sosial di tingkat lokal, nasional, maupun global. “Semoga seluruh proses dan hasil Assessment Lapangan Reakreditasi ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan Program Studi S1 Tadris IPS dan institusi secara keseluruhan”, pungkasnya.
Bojonegoro, 9 September 2025 — Institut Agama Islam (IAI) Al-Fatimah Bojonegoro resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pangasinan State University (PSU), Filipina. Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi akademik di tingkat internasional. Kegiatan berlangsung secara daring (online) dan dihadiri oleh pimpinan kedua institusi. Dari pihak IAI Al-Fatimah Bojonegoro, penandatanganan dilakukan oleh pimpinan kampus disaksikan para dosen dan mahasiswa, sementara dari pihak PSU turut hadir jajaran akademik yang berperan aktif dalam bidang internasionalisasi pendidikan. Meningkatkan Kolaborasi Pendidikan dan Riset Kerjasama ini bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kegiatan akademik internasional lainnya. Melalui MoU ini, IAI Al-Fatimah Bojonegoro berharap dapat memperluas wawasan global civitas akademika sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis internasional. “Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring global, meningkatkan kompetensi akademik, dan menumbuhkan semangat internasionalisasi di lingkungan kampus,” ujar perwakilan pimpinan IAI Al-Fatimah Bojonegoro. Komitmen Menuju Kampus Bertaraf Internasional IAI Al-Fatimah Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang adaptif terhadap perkembangan global. Melalui kolaborasi dengan Pangasinan State University, kampus ini berharap dapat menciptakan program bersama seperti joint research, student exchange, dan seminar internasional. Kerjasama ini juga menjadi bukti nyata bahwa IAI Al-Fatimah Bojonegoro tidak hanya berfokus pada penguatan akademik nasional, tetapi juga berperan aktif dalam memperluas jejaring global di dunia pendidikan Islam.